Al Ikhlas sendiri tidak berbeda dengan surat ataupun ayat lain dalam Al Quran. Diluar dari jumlah ayat dan pendeknya, Surat Al Ikhlas ternyata memberikan banyak faedah bagi siapa saja yang membaca dan mengamalkannya. Salah satunya yaitu kemudahan dan keselamatan di akhirat bagi mereka yang senantiasa membasahi bibirnya dengan membaca Surat Al-Ikhlas.
“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya intana di surga.” (HR Ahmad).
Ternyata ada waktu-waktu ’emas’ yang dianjurkan Rosulullah SAW untuk membaca Surat Al Ikhlas agar lebih memberikan keutamaan. Dilansir dari berbagai sumber terpercaya, di waktu-waktu inilah keutamaan membaca Surat Al Ikhlas akan lebih dirasakan sesuai faedahnya.
Pagi dan Sore
Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata: “Pada suatu malam di tengah hujan yang gelap gulita, kami keluar mencari Rasulullah SAW. untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukan beliau. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah”. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah”. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah”. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah bersabda, “Katakanlah (Qul huwallahu ahad) dan mu’awwidzatain saat sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan menjagamu dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud dan An Nasai).Sebelum Tidur
Dari ‘Aisyah, rodhiyallohu ‘anha beliau berkata,“Nabi shollallohu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari).
Saat Sholat Witir Tiga Rakaat
Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, “Rasulullah SAW. biasanya melaksanakan shalat witir dengan membaca Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Abu Daud dan An-Nasai).Saat Sholat Maghrib di Malam Jumat
Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata: “Pada suatu malam di tengah hujan yang gelap gulita, kami keluar mencari Rasulullah SAW. untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukan beliau. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah”. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah”. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah”. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah bersabda, “Katakanlah (Qul huwallahu ahad) dan mu’awwidzatain saat sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan menjagamu dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud dan An Nasai).Shalat Dua Raka’at Saat Setelah Thowaf di Belakang Makan Nabi Ibrahim
Dalam sebuah riwayat dikatakan: “Lantas Rasulullah menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau melaksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua rakaat tersebut, beliau membaca surat Al-ikhlas dan surat Al-kafirun.”SaatShalat Sunnah Ba’diyah Maghrib
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata,“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah dalam membaca surat pada dua rakaat ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun dan Qul huwallahu ahad.” (HR. Tirmidzi)
Sesudah Shalat
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir berkata,“Rasulullah SAW. memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat di akhir setiap shalat.” (HR. An Nasai dan Abu Daud )
Saat Qobliyah Subuh
Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah bersabda,“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at sebelum fajar adalah (Qul huwallahu ahad)dan (Qul yaa ayyuhal kaafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih).
Saat Ruqyah
Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata,“Apabila Rosululloah shollallohu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen).” (HR. Bukhari). []
sumber : SATU MEDIA






0 comments:
Post a Comment