Hanafiah :
Tdak boleh bagi wanita haidh & nifas membaca Al qur'an dgn niat tilawatul qur'an ( ingin mndapatkan pahala dari bacaanya ).Akan tetapi jika tdk diniatkan untuk tilawah sperti dzikir " alhamdulillah " ,doa " bismillah dll hal tersbut diperbolehkan.
Begitu pula bagi wanita yg mnjdi guru ngaji diperbolehkan membaca Al qur'an jika niatnya untuk mngajarkan kpd anak didiknya.
Malikiyah :
Boleh membaca Al qur'an walaupun dgn niat tilawah asal tdak dgn menyentuhnya.Karna wanita tdak bisa mencegah datangnya haidh dan nifas. Tapi setelah haidh & nifas berhenti ia tdk boleh tilawatul qur'an sblum mandi wajib.Adapun membaca Al qur'an dgn niat do'a ,dzikir dll hal tersebut diperbolehkan.
Syafeiyah :
Tdak boleh membaca Al qur'an bagi wanita yg haidh & nifas apabila :Bacaanya diniatkan untuk tilawah ( mendapat pahala dari bacaanya ).
Dilafadzkan dgn lisanya ( dgn menggerakan bibirnya & didengar oleh didirnya.
Adapun jika diniatkan selain tilawah sperti dzikir , do'a ,penjagaan ruqyah dll hal tersbut dilerbolehkan.
Hanabilah :
Pendapat yg masyhur : tdak boleh bagi wanita haidh & nifas membaca Al Qur'an jika diniatkan tilawah ( ingin mendapat pahala dari bacaanya ) adapun jika niatnya lain sperti dzikir ,do'a dll hal tersbut diperbolehkan.Madzhab dzahiri :
Boleh bagi wanita haidh & nifas membaca Al qur'an secara mutlaq.Ringkasan penerjemah dalam hal ini :
Madzhab yg 3 yaitu Hanafiah ,Syafeiyah,& Hanabilah tdak boleh bagi wanita haidh & nifas membaca Al Qur'an dgn niat tilawah ( mendapat pahala dari bacaanya ).Malikiyah boleh selama haidh akan tetapi jika haidh berhenti maka tdak boleh membacanya sampai ia mandi wajib.
Kesepakatan ulama dalam hal ini :
Adapun jika tdak diniatkan untuk tilawah ( mendapat pahala dari bacaanya ) semua pendapat diatas memperbolehkan.Seperti membacanya dengan niat berdzikir ( alhamdulillah) ,Do'a ( bismillah) dll.
Begtu pula membaca Al Qur'an dgn niat mengajarkanya kpda anak didiknya ( jika dia seorang guru ) & bukan diniatkan untuk tilawah ( mndpat pahala dari bacaanya ) hal tersbut diperbolehkan.
Wallahu a'lam bishawab.
( Diringkas & diterjamahkan dari kitab Qaulul Mubin fie hukmi qira'tul qur'an wa massul mushaf lil haaidh wa nufasa' wal muhaditsin ,karya Dr. Muhammad Yusuf Arabidi halaman : 14 ).
kalau kita terjemahkan ke judul Indonesia kira2 sperti ini : Penjelasan tentang hukum membaca Al Qur'an & menyentuh mushaf bagi wanita haidh nifas & bagi orang yg berhadast.






0 comments:
Post a Comment