Inspirasi Terdepan Anda Dan Keluarga

Monday, January 2, 2017

Kajian Hadits: Apakah Mencium Istri Membatakan Wudhu?

Pendengar, kali ini kita akan membahas ringkasan hadits bulughul maram oleh Ust. Syahid Abdullah tentang hukum mencium istri, apakah membatalkan wudhu? Berikut ringkasannya.

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anha bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudlu dahulu.Diriwayatkan oleh Ahmad dan dinilai lemah oleh Bukhari.

 Faedah Hadist :

  1. Secara tersurat hadist ini menjelaskan bahwa mencium dan menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu.Akan tetapi hadist ini beretentangan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :” Atau menyentuh perempuan  [ Al Maidah : 6 ] Oleh karna itu ada sebagian ulama yang menafsirkan "menyentuh perempuan disini" maksudnya adalah jima’ ( berhubungan suami istri ) bukan sekedar bersentuhan kulit dengan kulit.
  2. Maka sebaiknya hadist ini dipahami bahwa maksud mencium disini adalah mencium yang tidak disertai dengan syahwat akan tetapi mecium sebagai tanda cinta & kasih sayang, maka dalam hal ini tidak membatalkan wudhu.

Khilaf Ulama :

  1. Abu Hanifah : Menyentuh wanita  tidak membatalkan wudhu secara mutlaq berdalil dengan hadist ini.
  2. Imam Malik : Menyentuh wanita membatalkan wudhu, apabila menyentuhnya dengan syahwat yaitu menyentuhnya dengan tujuan melampiaskan syahwatnya.
  3. Syafi’I : Bersentuhan kulit dengan kulit membatalkan wudhu secara mutlaq  ( sama saja baik dengan syahwat maupun tidak ) kecuali bersentuhan kulit dengan mahramnya maka dalam hal ini tidak membatalkan wudhu.
  4. Ahmad : Menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu kecuali menyentuhnya dengan syahwat & tidak memakai pembatas ( kain yang menghalanginya agar tidak langsung bersentuhan kulit dengan kulit ).
    Dan ini adalah pendapat yang rajih karna menyentuh wanita dengan syahwat dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan madzi. 

Ringkasan penerjemah dalam  masalah meyentuh wanita yang bukan mahram Apakah membatalkan wudhu ?

  1. Hanifah : Tidak batal.
  2. Syafei’I : Batal 
  3. Malik : Dengan syahwat batal.
  4. Ahmad : Dengan syahwat tanpa pembatas batal ( Ini yang dirajihkan penulis kitab ). Wallahu a'lam bishawab.
Diringkas & diterjamahkan dari kitab : Taudhihul Ahkam Min Bulughil Maram,Abdullah Bin Abdirahman Al Basaam Juz : 1 halaman 177, Kitab Thaharah  ,Bab  Nawaqidhul Wudhu’)
Share:

Sebuah Renungan: Hukuman Yang Tidak Dirasakan Oleh Seorang Hamba

eorang murid mengadu kepada gurunya:"Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita".
Sang Guru menjawab dengan tenang:
"Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa".
"Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: Sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan".

    Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari "kekerasan hatinya dan kematian hatinya".



Sebagai contoh:
Sadarkah engkau, bahwa Allah telah mencabut darimu rasa bahagia dan senang dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di hadapanNya..?

Sadarkah engkau tidak diberikan rasa khusyu' dalam shalat..?

Sadarkah engkau, bahwa  beberapa hari2 mu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca Al-Qur'an, padahal engkau mengetahui firman Allah:"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini ke gunung, niscaya engkau melihatnya tunduk, retak, karena takut kepada Allah".
Tapi engkau tidak tersentuh dengan Ayat Ayat Al-Qur'an, seakan engkau tidak mendengarnya...

Sadarkah engkau, telah berlalu beberapa malam yang panjang sedang engkau tidak melakukan Qiyamullail di hadapan Allah, walaupun terkadang engkau begadang...

Sadarkah engkau, bahwa telah berlalu atasmu musim musim kebaikan seperti: Ramadhan.. Enam hari di bulan Syawwal.. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dst.. tapi engkau belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya..??

Hukuman apa lagi yang lebih berat dari itu..???
Tidakkah engkau merasakan beratnya mengamalkan banyak ketaatan (amal ibadah)..???
Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar dan berdo'a kepadanya..???
Tidakkah terkadang engkau merasakan bahwa engkau lemah di hadapan hawa nafsu..???
Hukuman apa lagi yang lebih berat dari semua ini..???
Sadarkah engkau, yang mudah bagimu berghibah, mengadu domba, berdusta, memandang ke yang haram..???
Sadarkah engkau, bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu dan ilmu tertinggi..???
Semua bentuk pembiaran ini dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedang engkau menyadarinya, atau tidak menyadarinya...
Waspadalah wahai sahabatku, agar engkau tidak terjatuh ke dalam dosa dosa dan meninggalkan kewajiban kewajiban.
Karena hukuman yang paling ringan dari Allah terhadap hambaNya ialah:
"Hukuman yang terasa" pada harta, atau anak, atau kesehatan.
Sesungguhnya hukuman terberat ialah: "Hukuman yang tidak terasa" pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan, dan tidak merasakan sakitnya dosa.
Karena itu wahai sahabat2ku, Perbanyaklah di sela sela harimu, amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu...

(Diterjemahkan dari Taushiyah Syaikh Abdullah Al-'Aidan di Masjidil Haram)
Share:

Sunday, January 1, 2017

Inilah Gambaran Tempat Tinggal Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Yang Seharusnya Kita Teladani

Bismillah
Pendengar mari kita belajar kesederhanaan dari Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..

Tak perlu malu karena miskin, rumah manusia paling mulia pun seperti ini.


Perabot Rumah dan Kesederhanaan Rasulullah

Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona karena kesederhanaannya . Itulah tempat tinggal Rasul Agung Muhammad SAW. Rumah itu sangat kecil dengan hamparan tikar usang dan nyaris tanpa perabot.

Zaid bin Tsabit bertutur, “Anas bin Malik pelayan Rasulullah pernah memperlihatkan kepadaku tempat minum Rasulullah yang terbuat dari kayu yang keras dan di patri dengan besi. Kemudian Anas berkata kepadaku, ‘Wahai Tsabit, inilah tempat minum Rasulullah. Dengan gelas kayu inilah Rasulullah minum air, perasan kurma, madu dan susu.’” (HR Tirmidzi).

Benda lain yang dimiliki Rasulullah adalah baju besi yang biasa dipakai saat berperang. Tetapi tak lama setelah beliau wafat baju besi itu digadaikan kepada seorang Yahudi dengan beberapa karung gandum, seperti yang pernah diriwayatkan Aisyah.

Soal tempat tidur Rasulullah SAW, Ummul Mu’minin, Aisyah RA menggambarkan bahwa suaminya itu tidak tidur di tempat yang mewah. “Sesungguhnya hamparan tempat tidur Rasulullah SAW terdiri atas kulit binatang, sedang isinya adalah sabut korma.” (HR At-Tirmidzi)

Hafshah saat ditanya, “Apa yang menjadi tempat tidur Rasulullah SAW?” Ia menjawab, “Kain dari bulu yang kami lipat dua. Di atas itulah Rasulullah SAW tidur. Pernah suatu malam aku berkata (dalam hati): sekiranya kain itu aku lipat menjadi empat lapis, tentu akan lebih empuk baginya. Maka kain itu kulipat empat lapis.”

Manakala waktu subuh, cerita Hafsah, Rasulullah SAW mengatakan, “Apa yang engkau hamparkan sebagai tempat tidurku semalam?” Aku menjawab, itu adalah alas tidur yang biasanya Nabi pakai, hanya saja aku lipat empat. Aku kira akan lebih empuk.” Rasulullah SAW membalas, “Kembalikan kepada asalnya! Sungguh, disebabkan empuknya, aku terhalang dari shalat di malam hari.” (HR At-Tirmidzi).

Cerita tentang tempat tidur Rasulullah SAW juga pernah menyembabkan Umar bin Khatab menangis. Padahal, Umar bin Khatab terkenal sebagai pemuda yang gagah perkasa sehingga disegani banyak orang baik dari kalangan lawan maupun kawan.

Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau setan pun segan dan takut dengan Umar. Kalau Umar sedang lewat di suatu jalan, setan pun menghindar dari jalan yang dilaluinya dan memilih lewat jalan yang lain.

Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karena itu, fenomena Umar menangis menjadi peristiwa yang sangat mengherankan.

Mengapa "Singa Padang Pasir" ini sampai menangis? Umar pernah meminta izin menemui Rasulullah SAW. Umar mendapati Rasulullah sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantalkan pelepah kurma yang keras.
“Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku,” ujar Umar bin Khattab

Rasulullah yang mulia pun sampai bertanya kepada Umar, "Mengapa Engkau menangis, wahai Umar?"

“Bagaimana aku tidak menangis, wahai Rasulullah. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan Kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera".

Lalu Nabi SAW berkata, "Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya," ujar Rasul SAW

Baginda Nabi Muhammad SAW. hidup dengan sangat zuhud. Seperti dituturkan oleh Aisyah, betapa Rasulullah hanya mempunyai dua baju, tidur di atas daun pelepah kurma, perutnya selalu lapar, bahkan pernah diganjal dengan batu, dan sangat sedikit tidur.

Rasulullah juga mengerjakan sendiri pekerjaan rumahnya, menambal baju sendiri, dan memerah kambingnya sendiri. Seperti itulah pekerjaan keseharian Rasululah, selalu memenuhi kebutuhan pribadinya secara mandiri, tanpa membebani keluarga atau orang lain. Jika beliau mau tentulah sangat mudah menggantikan pekerjaan itu kepada orang lain, karena beliau adalah kepala rumah tangga sekaligus kepala negeri Arab pada saat itu.

Hanya sesibuk apapun beliau ketika Bilal sudah mengumandangkan adzan, beliau bergegas ke masjid dan menjadi imam. Selama hidupnya belum pernah beliau meninggalkan jamaah di masjid kecuali hari dimana beliau dipanggil menghadap Allah SWT. karena sakit

Bandingkan dengan umat sekarang. Bajunya paling sedikit dua lemari. Dengan berbagai model. Jasnya bertumpuk-tumpuk. Sepatunya berderet-deret semuanya branded. Tidurnya diatas kasur yang import harganya puluhan juta. Bagaimana bisa melaksanakan shalat malam?

Umat sekarang jauh dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW. Perutnya buncit-buncit. segala jenis makanan dimasukkan ke dalam perutnya. Halal dan haram menjadi satu.

Rumah Rasulullah tampak begitu sederhan, etapi mengapa kita malah ingin memiliki rumah mewah dan harta yang berlimpah ruah untuk berfoya foya?

Sungguh indah nian perumpamaan Nabi SAW akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara, hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya. Semoga ini bisamenjadi cerminan buat kita semua. (Amrullah Rz/Red: Mahbib)
Copas Facebook
Share:

Saturday, December 31, 2016

Inilah Kejutan Dari Allah Dibalik Ketidaktahuan Kita Yang Wajib Direnungkan

DIBALIK KETIDAKTAHUAN

Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik.Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan!

SERINGKALI Allah Berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.
Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa.
Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka...
Allah memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan!!
Lakukan bagianmu saja, dan biarkan
Allah akan mengerjakan bagianNYA...

Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih RidhoNYA Aamiin ...

Tetap semangat meski dlm kesederhanaan
Salam Bahagia dan selalu tersenyum ..

Untuk direnungkan...

Nonton Pertandingan bisa 90 menit
Nonton serial Film lebih dari 60 menit
Nonton Movie hampir 120 menit
Tunaikan Shalat hanya 5 menit saja
Di dalam api neraka jahannam sepanjang hayat!

Renungkan!

Di Whatsapp 300 Kawan
Di blackberry cukup 200 kawan
Di contacts phone 400 Kawan
di Kampung 50 Kawan
Dalam Keadaan susah hanya ada 1 kawan.

Dalam Jenazahmu, Hanya keluargamu saja yg mengurusi.

Dalam Kubur hanya kau sendirian.

Jangan anggap Aneh kenyataan ini, sebab memang seperti inilah kenyataan hidup..

Pada Hakikat nya :
"Tidak ada yang dapat memberikan kemanfaatan bagimu kecuali Shalatmu"

Duduk setelah salam dari shalat yang telah diwajibkan adalah waktu yg paling mulia sebab pada waktu itu turun Rahmat Allah Azza wajalla.

Jangan tergesa-gesa berdiri, Bacalah Istighfar, bertasbihlah, baca ayat Al Qur'an dan jangan Lupa bahwa sesungguhnya engkau berada dalam jamuan dzat yang maha Rahman Azza wa jalla.

فإذا فرغت فانصب والى ربك فارغب

Apabila kamu telah selesai sholat, kerjakanlah pekerjaan lainnya dengan bersungguh-sungguh dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

LANGKAH MENUJU SYURGA


Langkah ini membuat aku kagum hingga aku pilih untuk aku bagikan kepada orang yang aku cintai.
Ada Lima perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkannya.

1. Wajah yang menarik
2. Duit yg byk
3. Sehat dan kuat
4. Anak-anak yang patuh  dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

Hal itu Mudah kita peroleh, hanya butuh waktu 15 menit saja.

Bagaimana caranya...

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
من ترك صلاة الفجر فليس في وجهه نور

1. Nabi bersabda : Barangsiapa yg tinggalkan shalat Subuh maka wajahnya tak akan ada cahaya.

ومن ترك صلاة الظهر فليس في رزقه برگة

2. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Dzuhur niscaya tak ada keberkahan dalam rezekinya.

ومن ترك صلاة العصر فليس في جسمه قوة

3. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Ashar niscaya tak ada kekuatan dalam jasadnya.

ومن ترك صلاة المغرب فليس في أولاده ثمرة

4. Barangsiapa yg tinggalkan shalat Magrib niscaya tak ada buah hasil yang boleh dipetik dari anak-anaknya.

ومن ترك صلاة العشاء فليس في نومه راحة’’’’

5. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Isya' tak ada kenyamanan dalam tidurnya.

Tahu kenapa kalimat Laa ilaaha Illallaah tidak sampai menggerakkan bibir jika diucapkan.

Sebab ini adalah Rahmat dari Allah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu.

Mudah-mudahan tangan yang mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk melafadzkan kalimat Laa ilaaha Illallaah. Aamiin.

Dan semoga kita masuk surga Allah bersama-sama. Aamiin.

copas :Whatsapp
Share:

Quantum Entanglement : Mengapa Ibumu Mempengaruhi Rezekimu?

Mengapa Ibumu mempengaruhi rezekimu ?

Para ilmuwan saat ini sudah bisa menghasilkan 3000 atom yang mempunyai sifat terkorelasi atau lebih dikenal dengan quantum entanglement.
Jika salah satu saja dari atom ini berprilaku dalam pola tertentu maka 2999 atom lain akan melakukan hal yang sama, di mana perilaku atom akan tetap terhubung bahkan jika mereka berada di ujung semesta yang berbeda.

Dalam keseharian kita mengenal fenomena ini sudah sangat jamak... misal pada anak kembar...dimana kalau yang satu sakit...maka meskipun berjauhan...sudara kembarnya juga akan merasakan hal tersebut.

Contoh lain adalah suami istri yang saling mencintai.
Jika terjadi sesuatu pada pasanganya biasanya ada sebuah mekanisme syaraf yang bekerja.
Atom-atom sel syaraf A akan terkorelasi (entangle) dengan atom-atom sel syaraf B. Atom-atom ini akan berkomunikasi satu sama lain.

Ketika A rindu, B akan menerima informasi ini SEKETIKA lewat komunikasi antar atom sel syaraf.
Informasi yang diterima B akan merangsang keluarnya hormon-hormon yang menimbulkan rasa rindu pada si B. Sehingga si B SEKETIKA itu juga merasakan perasaan rindu.

Hal yang lebih hebat lagi terjadi pada entanglement atom antara IBU dan atom ANAKnya.Seorang ibu meskipun di ujung dunia akan selalu merasa..jika terjadi sesuatu pada anaknya.Itulah sebabnya restu ibu menjadi sedemikian penting bagi anaknya.Dan murka ibu adalah kiamat kecil bagi anaknya.Rezeki kita sebagian besar dipengaruhi oleh entanglement atom ibu kita.Ini karena ibu lah sumber atom yang menyusun atom-atom jasad kita.

Saat ibu senang, bahagia dan ridho pada kita.Maka atom2 milik ibu kita akan langsung berkomunikasi pada atom2 tubuh kita.Saat ibu kita mendoakan kita untuk sukses dan bahagia maka atom2 ibu kita langsung berkomunikasi dengan atom2 tubuh kita pula, dan atom2 ini langsung berkomunikasi dengan atom2 alam semesta.

Akibatnya syaraf2 kita akan menghasilkan hormon2 bahagia yang berimbas pada vibrasi yang kita hasilkan untuk menarik vibrasi yang sama pada alam semesta.

Kita tidak akan ada tanpa IBU.


Berbuat dan berprilaku baik pada IBU adalah satu2nya pilihan buat kita yang menyadari ini.Tidak heran Rasulullah mengucapkan IBUMU...,IBUMU...,IBUMU... baru kemudian bapakmu.
Semoga kita semua semakin berbakti pada IBU kita masing-masing.
Share:

On Streaming

Acara Hari Ini :

05.00 - 06.00 : Opening-Murotal-DzikirPagi
06.00 - 07.00 : Cakrawala Pagi
07.00 - 08.30 : Embun Pagi (Ust. Oemar Mita)
08.30 - 10.00 : Shobahul Khoir
10.00 - 11.30 : Tausiyah Pendek
11.30 - 12.30 : Murotal
12.30 - 13.30 : Kajian Siang (Ust. Agus Supriadi)
13.30 - 15.00 : ReHat Siang (UA By Request)
15.00 - 16.00 : Murotal
16.00 - 17.00 : Telaga Iman
17.00 - 19.30 : Murotal
19.30 - 20.30 :Tausiyah Malam
20.30 - 21.30 : ReHat Malam (UA By Request)
21.30 - 22.00 : Muhasabah-Closing

Powered by Blogger.

Arsip Kami

Listeners

Pages